Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning MEMPERSIAPKAN KEHAMILAN – Maria Ulfa Blog

MEMPERSIAPKAN KEHAMILAN

Tahukah kamu, bahwa untuk mempersiapkan generasi yang sehat itu lahir dari sebuah sel telur dan sel sperma yang sehat. Mengapa demikian?

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes sperma yang bercampur (amsyaz),” QS Al Insan [76]:2

 

Jadi, tidak semua sel telur (ovum) atau sperma pria yang keluar menuju rahim wanita, dapat mendorong terjadinya janin. Karena, ovum yang keluar dari indung telur (ovarium) wanita di kelilingi oleh selaput. Sel-sel lainnya yang berbentuk mahkota juga dikelilingi oleh selaput. Sel-sel tersebut berenang dalam sel yang berbentuk seperti agar-agar menuju pembuluh telur rahim.

Pria saat itu menyemprotkan sekitar 200juta spermatozoa. Dari jumlah tersebut, yang masuk kepada indung telur dan membentuk janin hanya satu. Spermatozoa sejumlah itu berenang di dalam sel-sel yang memisahkan dari kelenjar-kelenjar seperti prostat dan tembolok sperma. Sperma-sperma melakukan perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur karena saluran reproduksi wanita yang berbelok-belok, kadar keasaman yang tidak sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi wanita, dan juga gaya gravitasi yang berlawanan. Sel telur hanya akan membolehkan masuk satu sperma saja

Salah satu mukjizat yang mencengangkan dala  hal ini adalah sabda. Rasulullah Saw. “Sesungguhnya yang berasal dari setiap air (sperma) akan menjadi anak,” (HR Muslim).

Hadis yang mengandung nilai mukjizat ini merupakan suatu kesimpulan dari hasil penelitian ribuan ilmuwan dalam kurun waktu yang lama. Mereka menjelaskan adanya kadar yang cukup dari sperma atau sel telur yang berperan serta dalam membentuk janin. Banyak sebagian dari kita kurang menyadari akan pengetahuan dan pentingnya menjaga cakupan nutrisi makanan selama masa prakonsepsi. Apa itu masa prakonsepsi?

Masa prakonsepsi adalah masa di mana sebelum terjadinya kehamilan. Merupakan periode kritis untuk menciptakan hidup sehat sebelum terjadi pertemuan sel sperma dengan ovum atau pembuahan atau sebelum hamil. Nah, periode prakonsepsi yang baik adalah rentang waktu dari tiga bulan hingga satu tahun sebelum konsepsi, tetapi idealnya harus mencakup waktu saat ovum dan sperma matur, yaitu sekitar 100 hari sebelum konsepsi.

Status gizi selama tiga sampai enam bulan pada masa prakonsepsi menentukan kondisi bayi yang dilahirkan. Status gizi pasangan suami istri turut menentukan kondisi kesehatan bayi. Prasyarat gizi sempurna pada masa prakonsepsi merupakan kunci kelahiran bayi normal dan sehat. Berikut pola makan yang disarankan pada pasangan prakonsepsi untuk mengonsumsi dalam jumlah yang mencukupi :

  1. Makanan Rendah Karbohidrat

Kadar karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi akan membuat tubuh lebih cepat kenyang dan lebih cepat gemuk karena kandungan karbohidrat diserap menjadi cadangan lemak. Lemak yang jahat adalah Trans Fatty Acids (TFA), semakin tinggi TFA maka akan semakin tinggi risiko orang untuk terkena penyakit diabetes karena lemak yang mengumpul di dalam tubuh akan mengganggu sistem produksi hormon insulin di tubuh serta dapat merusak kualitas sperma pada laki-laki. Karbohidrat yang disarankan dikonsumsi adalah yang kelompok polisakarida (seperti nasi, jagung, sereal, umbi-umbian) dan disarankan membatasi konsumsi monosakarida (seperti gula, sirup, makanan, dan minuman yang tinggi gula).

  1. Protein

Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, pada masa prakonsepsi protein dibutuhkan untuk meningkatkan produksi sperma. Kekurangan protein pada tingkat berat akan memperlambat perkembangan hormon endokrin sehingga kemampuan untuk mengikat hormon androgen rendah, padahal hormon ini sangat dibutuhkan untuk merangsang pembentukan sperma. Pria dewasa butuh sekitar 55g protein/hari. Makanan yang kaya protein bisa diperoleh dari telur, daging, tempe, dan tahu.

  1. Vitamin C

Vitamin C berperan penting untuk fungsi indung telur dan pembentukan sel telur. Selain sebagai antioksidan (bekerja sama dengan vitamin E dan (3-karoten), vitamin C berperan melindungi sel-sel organ tubuh dari serangan radikal bebas (oksidan) yang memengaruhi kesehatan sistem reproduksi. Pada pria, vitamin C bermanfaat mencegah kerusakan sperma dan meningkatkan  gerakan (motilitas) sperma. Vitamin C banyak terdapat pada jambu biji, jeruk, stroberi, pepaya, mangga, sawi, tomat, dan cabal merah.

  1. Asam Folat (Vitamin B9)

Asam folat sangat berperan pada masa pembuahan  dan kehamilan trimester pertama. Kecukupan nutrisi asam folat dapat mengurangi risiko bayi lahir kecacatan sistem saraf dengan neural tube defect (NTD) seperti spina bifida sebanyak 70%. Bagi calon ayah, asam folat bermanfaat mencegah risiko penurunan jumlah sperma. Makanan sUmber asam folat seperti yang berasal dari sayuran hijau tua, jeruk, alpukat, kacang, polong, pacrkpadian, roti, serta sereal yang diperkaya asam folat, hati sapi, dan kedelai.

  1. Vitamin B6

Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormon. Padahal, keseimbangan hormon estrogen dan progesteron penting untuk terjadinya kehamilan. Sumber vitamin B6 antara lain ayam, ikan, ginjal, beras merah, kacang kedelai, kacang tanah, pisang, dan kol.

  1. Vitamin D

Kekurangan vitamin D akan menurunkan tingkat kesuburan hingg 75°/0 dan meningkatkan gerakan sperma. Sumber vitamin D diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari, selain itu dapat diperoleh dari susu, telur, mentega, keju, minyak ikan, ikan tuna, dan ikan salmon.

  1. Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi jumlah sperma.

  1. Vitamin E dan A

Kedua vitamin ini berguna untuk memperlancar produksi sperma yang sehat. Defisiensi vitamin A dan E pada calon ayah akan berakibat turunnya kadar Luteneizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH). Kedua hormon ini dibutuhkan dalam pembentukan sperma. Kebutuhan vitamin A untuk calon ayah adalah 5.000 IU/hari. Kedua vitamin ini dapat diperoleh dari hati, mentega, margarin, telur, susu, ikan berlemak seperti salem dan makarel, sayuran seperti brokoli, wortel, bayam, tomat, dan pepaya. Vitamin E berguna meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur dan mencegah keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta. Banyak terdapat pada minyak tumbuh-tumbuhan, bekatul gandum, kecambah, tauge dengan kebutuhan 12 IU/hari.

  1. Zinc

Zinc sangat penting untuk calon ibu karena zinc membantu produksi materi genetik ketika pembuahan terjadi. Zinc berperan penting dalam pertumbuhan organ seks dan juga berkontribusi untuk produksi semen dan testosteron pada pria, dan ovulasi, serta kesuburan pada perempuan. Defisiensi zinc pada calon ayah akan menjadi penyebab terganggunya pembentukan sperma. Untuk kekurangan zinc yang berat, bisa berakibat gagalnya pembuahan. Kebutuhan zinc bagi calon ayah sekitar 11 mg/hari. Makanan sumber zinc antara lain makanan hasil laut (seafood, terutama kerang), daging, kacang-kacangan, padi-padian, dan produk olahan susu. Menjaga asupan zinc sesuai AKG, yaitu 15 mg/hari dapat membantu menjaga sistem reproduksi berfungsi normal. Zinc tidak larut di dalam air (hanya larut dalam laratan alkali/basa dan asam) sehingga tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen zinc terlalu banyak.

  1. Zat Besi

Kekurangan zat besi pada calon ayah ataupun calon ibu bisa menyebabkan anemia dengan menunjukkan gejala lelah, sulit konsentrasi, dan gampang infeksi. Fe sangat penting bagi calon ibu untuk memperlancar ovulasi dan mengurangi risiko ibu hamil mengalami anemia gizi besi yang dapat membahayakan ibu dan kandungannya. Pada calon ayah, anemia bisa menyebabkan terganggunya kebugaran. Kebutuhan Fe pada calon ayah sekitar 13 mg/hari. Makanan sumber Fe, seperti hati, daging merah, kuning telur, serealia yang difortifikasi Fe, jeruk, dan sayuran hijau.

  1. Kalsium

Kekurangan kalsiurn dapat mengakibatkan janin mengambil persediaan kalsium pada tulang ibu yang menyebabkan ibu menderita kerapuhan tulang atau osteoporosis. Sumber kalsium dapat diperoleh nnelalui susu, ikan yang dimakan dengan tulangnya, dan sayuran hijau.

  1. Fosfor

Kecukupan zat fosfor diperlukan untuk menjaga kualitas sperma dan agar pembuahan berlangsung baik. Kebutuhan fosfor calon ayah per hari sekitar 400-500 mg/hari. Zat gizi ini bisa ditemui pada makanan berkalsium tinggi, seperti susu dan ikan teri.

  1. Selenium

Berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Gejala kekurangan selenium antara lain tekanan darah tinggi, disfungsi seksual, dan ketidaksuburan. Sumber selenium antara lain beras, kuning telur, seafood, daging, bawang putih, tomat, ikan tuna, dan susu.

  1. Asam Lemak Omega-3

Dua jenis asam lemak omega-3 yang sangat bermanfaat, yaitu eicosapentaeonic acid (EPA) dan docosahexaeonic acid (DHA). EPA nnendukung jantung, sistem kekebalan tubuh, dan respon inflamasi. DHA menunjang fungsi otak, mata, dan sistem saraf pusat sehingga penting bagi ibu pada masa kehamilan. Peningkatan konsumsi omega-3 terbukti dapat nnencegah bayi lahir prematur dan dapat meningkatkan berat badan bayi saat dilahirkan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*