Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning WE ARE WHAT WE EAT – Maria Ulfa Blog

WE ARE WHAT WE EAT

Kalimat “We are what we eat” mendeskripsikan, apa yang kita makan itulah cerminan karakter kita. Kok bisa begitu? Bisa dibilang, kunci kesehatan tubuh manusia itu ada di ususnya. Sistem pencernaan kita itu adalah rumah bagi jutaan bakteri. Nah, bakteri inilah yang memainkan peranan penting dalam mengelola apa yang kita konsumsi, selanjutnya untuk di metabolisme di dalam tubuh kita.

Gambar di atas merupakan gambaran komposisi dan persebaran bakteri di saluran pencernaan kita. Terdapat perbedaan komposisi dan variasi jumlah mikroba di sepanjang saluran gastrointestinal, hingga faktor-faktor pembentukan, komposisi dan pemeliharaan mikroba. Tidak selamanya yang namanya bakteri itu bersifat jahat atau pathogen. Jadi, di setiap saluran pencernaan kita terdapat mikrobiota (flora normal) yang tumbuh dan aktif. Inilah yang disebut dengan Probiotik, yaitu mikroorganisme hidup atau bakteri baik yang secara natural ada di dalam usus. Untuk menjaga keberlangsungan hidup dari Probiotik ini, kita butuh yang namanya Prebiotik. Sedangkan makanan yang mengandung probiotik dan prebiotic disebut sinbiotik.

Sering mendengar tentang “probiotik dan prebiotik”? Meskipun terdengar familiar, karena sering muncul dalam iklan produk makanan dan minuman, terutama produk susu. Tapi banyak orang yang tidak paham apa itu probiotik dan dan prebiotik. Kebanyakan orang menganggap dua hal ini merupakan hal yang sama, padahal probiotik ini sangat jelas berbeda dengan prebiotik.

Seperti yang pernah saya ulas ditulisan saya sebelumnya pada bulan April, 2017 tentang “Probiotics VS Prebiotics” (dalam versi Inggris, dapat diakses pada: http://mariaulfa.staff.umy.ac.id/2017/04/27/probiotics-vs-prebiotics/), nah kali ini saya akan menulis lebih dalam rangkuman mengenai Probiotik dan Prebiotik yang sangat besar pengaruhnya bagi kesehatan kita.

Rangkuman perbedaan probiotik dan prebiotik.

PROBIOTIK

PREBIOTIK

Minuman probiotik harus disimpan pada kondisi penyimpanan, suhu dan tingkat keasaman tertentu agar mikroba di dalamnya tidak mati.

Prebiotik tidak membutuhkan perlakuan demikian karena tidak mudah mengalami kerusakan.

Probiotik merupakan mikroba hidup yang diminum untuk menjaga keseimbangan system pencernaan di usus.

Prebiotik merupakan sejenis serat khusus yang bisa menjadi makanan bagi mikroba di dalam usus.
Probiotik kadang berisi Mikroba asing yang sengaja ditambahkan ke usus untuk membantu sistem pencernaan namun terkadang tidak cocok dengan kondisi usus. Prebiotik hanya memberi makan pada Mikroba yang secara alami sudah ada di usus.
Sumber probiotik: produk susu fermentasi seperti yogurt, dan kefir, serta makanan atau minuman fermentasi seperti kimchi, miso, tempe, dan kombucha.

Sumber prebiotik: pisang, bawang merah, bawang putih, daun bawang, asparagus, artichoke, kedelai dan gandum, buah-buahan, kacang polong.

Probiotik mengusir Mikroba jahat dari usus secara langsung dengan cara mendominasi perebutan nutrisi di tempat itu.

Prebiotik mengusir dengan cara menciptakan kondisi keasaman tertentu yang tidak disukai oleh Mikroba jahat.
Probiotik dapat mati sebelum masuk ke dalam usus sehingga tidak dapat memberikan manfaat.

Prebiotik adalah benda mati yang merupakan makanan bagi Mikroba baik dalam saluran pencernaan.

Probiotik berfungsi untuk menjaga keseimbangan mikro ekosistem dalam sistem pencernaan, membantu proses pencernaan, berperan positif dalam sistem imun dan menetralkan atau menghilangkan racun. Gaya hidup yang tidak sehat, tidak memperhatikan kebersihan makanan ataupun minuman, stress dan konsumsi Antibiotik yang berlebihan adalah faktor-faktor yang dapat mengganggu keseimbangan mikroba dalam sistem pencernaan. Sedangkan prebiotik menciptakan lingkungan di dalam usus besar yang melawan bakteri jahat. Kemudian probiotik bertindak sebagai sebuah pasukan yang mengepung bakteri jahat tersebut.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa probiotik dan prebiotik ini memainkan peranan yang penting bagi kesehatan tubuh kita. Tidak hanya berpengaruh pada sistem pencernaan kita, termasuk juga penyakit yang menyebabkan kematian di seluruh dunia, termasuk obesitas, Diabetes, Cardiovascular, Cancer, penyakit asthma dan allergy, dan penyakit kronis lainnya, seperti inflammatory bowel disease, Rheumatoid Arthritis, bahkan Myalgic Encephalomyelitis (ME)/Chronic Fatigue Syndrome (CFS) juga dikaitkan dengan microbiota usus. Beberapa penelitian belakangan ini menyebutkan bahwa microbiota usus juga memainkan peranan penting dalam kesehatan mental, seperti depresi dan anxiety (gangguan kecemasan, http://www.gutmicrobiotaforhealth.com/en/psychobiotics-gut-biomarkers-future-mental-health/), autism, Parkinson disease dan Alzheimer’s disease (http://www.gutmicrobiotaforhealth.com/en/absence-gut-microbiota-may-substantially-slow-progression-alzheimers-disease-like-pathology-mice/).

 

Nah, ini jelas membuktikan bahwa apa yang kita makan akan berpengaruh terhadap kesehatan kita. Kuncinya ada di makanan maupun minuman yang kita konsumsi. Jika kita bisa menjaga asupan makanan kita agar seimbang baik itu secara makronutrient maupun mikronutrient, sehingga tercipta keseimbangan ekosistem mikrobiota usus (probiotik dan prebiotik) yang dapat saling bekerjasama.

Bukankan mencegah lebih baik daripada mengobati?

Semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*