Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning PENGGUNAAN ULTRAVIOLET (UV) SEBAGAI ALAT DISINFEKSI DI FASILITAS KESEHATAN – Maria Ulfa Blog

PENGGUNAAN ULTRAVIOLET (UV) SEBAGAI ALAT DISINFEKSI DI FASILITAS KESEHATAN

Sinar Ultraviolet (UV) merupakan teknologi terbarukan berbasis cahaya yang dapat digunakan untuk melengkapi standar disinfeksi dan sterilisasi di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Radiasi Ultraviolet (UV) dapat secara efektif menonaktifkan berbagai mikroorganisme pathogensehingga dapat mengurangi transmisi infeksi nosokomial di fasilitas kesehatan. Radiasi UV ini memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan disinfeksi kimia secara konvensional, misalnya dengan klorinasi atau ozonisasi. Karena tidak ada penambahan kimia, sehingga tidak menyebabkan residu, tidak berbahaya (no-harmful disinfection by products formation), dan tidak menimbulkan resistensi pada bakteri. Panjang gelombang UV merupakan faktor penting untuk inaktivasi mikroorganisme, dan efektifitasnya tergantung dari variasi mikroorganisme itu sendiri. Adapun variasi gelombang UV antara lain; UVA (315-400 nm), UVB (280-315 nm) dan UVC (<280 nm).

Dalam beberapa dekade terakhir, industri UV ini mengalami peningkatan dan perkembangan. UV-Light Emitting Diodes(LED) telah hadir sebagai sumber baru untuk generasi radiasi UV. LED adalah perangkat semikonduktor yang memanfaatkan bahansemiconductinguntuk menciptakan pen junction(hole and electron) untuk memancarkan radiasi. Panjang gelombang radiasi ini tergantung pada bahan semikonduktor yang diproduksi karena menggunakan bahan yang berbeda. Bahan yang paling sering digunakan adalah III-nitride, termasuk gallium nitride (GaN), alumunium gallium nitride (AIGaN) dan alumunium nitride (AIN).

Di berbagai negara maju dan berkembang, UV-LED ini sudah digunakan sebagai disinfeksi dan sterilisasi di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lain. UV-LED ini dapat digunakan sebagai:

  1. Air Disinfection

Untuk meningkatkan efektivitas disinfeksi udara, banyak fasilitas kesehatan memilih memasang lampu disinfeksi UV di tingkat atas ruangan, sehingga udara secara alami dapat bersikulasi dengan baik sehingga menjadi lebih bersih.

  1. Water Disinfection and Wastewater Treatment

Fasilitas juga dapat menggunakan sinar UV untuk mendisinfeksi air dan bahkan untuk pengolahan air limbah. Karena disinfeksi UV merupakan proses fisik dan tidak perlu menambahkan bahan kimia ke air untuk membersihkannya, dan ini dapat menjadi pilihan yang sangat aman dan efektif. Sinar UV dapat mengurangi kejadian seperti cryptosporidiaatau giardiayang dapat menjadi resisten terhadap desinfeksi kimia.

  1. Surface Disinfection

Sinar UV ini juga telah digunakan untuk mendisinfeksi ruang perawatan dan ruangan lainnya di fasilitas kesehatan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa, sinar UV ini dapat menghancurkan virus aktif dan patogen lainnya yang ada di permukaan hanya dalam hitungan detik. Sinar UV ini menjadi rekomendasi dalam pencegahan infeksi karena lebih efisien dan efektif daripada pilihan pembersihan dan disinfektan lainnya.

  1. Equipment Disinfection

Selain dapat digunakan untuk disinfeksi udara, lantai dan ruangan, sinar UV juga dapat digunakan untuk disinfeksi alat kesehatan, alat-alat laboratorium atau instrument kesehatan lainnya yang memiliki risiko tinggi terkontaminasi bakteri.

  1. Food and Beverage

Disinfeksi dengan sinar UV telah terbukti secara efektif dalam fasilitas manufaktur makanan ketika digunakan untuk mendisinfeksi sesuatu yang sulit dibersihkan secara menyeluruh. Penggunaan sinar UV dalam disinfeksi makanan dan minuman menggabungkan efektivitas sinar UV pada permukaan cairan, tanpa memperpendek umur peralatan.

Meskipun radiasi UV efektif terhadap sebagian besar mikroorganisme patogen, tetapi setiap mikroorganisme memiliki respons yang berbeda terhadap radiasi UV yang dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan selama proses radiasi, bahkan  memungkinkan terjadinya resistensi. Radiasi sinar UVC diyakini memiliki efek langsung dalam membunuh bakteri melalui penghancuran DNA dengan pembentukan dimer pirimidin dan mencegah mereka untuk berproduksi kembali. DNA bakteri dapat menyerap radiasi sinar UV dari panjang gelombang 200-300 nm, terutama pada puncak absorbansi yaitu sekitar 260 nm, karena pada gelombang tersebut dapat secara efisien menginaktivasi bakteri. Meskipun DNA bakteri dapat dihancurkan secara langsung dengan sinar UVC, bakteri dapat melakukan perbaikan DNA (DNA-repair mechanisms) dengan cara photo-reactivationdan dark repair.

Radiasi sinar UVA kurang diserap dengan baik oleh DNA bakteri sehingga kurang efisien dalam menyebabkan kerusakan DNA, tetapi sinar UVA ini masih memiliki kemampuan untuk menonaktifkan mikroorganisme. UVA-LED yang tersedia saat ini memiliki output power yang jauh lebih tinggi dan energi yang lebih efisien daripada UVC-LED. Mekanisme utama inaktivasi UVA-LED melibatkan efek tidak langsung olehreactive-intermediatessehingga menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS), kerusakan oksidatif pada DNA dan komponen seluler lainnya.

References:

  1. Song, K., Mohseni, M., Taghipour,F., 2016. Application of Ultraviolet Light-Emitting Diodes (LEDs) for Water Disinfection: A Review. Water Research 94 (2016) 341-349.
  2. Mori, M., Hamamoto, A., Takahashi, A., et al., 2007. Development of a new water sterilization device with a 365 nm UV-LED. Med. Biol. Eng. Comput. 45 (12), 1237-1241.
  3. Nakahashi, M., Mawatari, K., Hirata, A., et al., 2014. Simultaneous irradiation with different wavelengths of ultraviolet light has a synergistic bactericidal effect on Vibrio parahaemolyticus. Photochem. Photobiol. 90 (6), 1397-1403.
  4. Memarzadeh, F., Olmsted, RN., Bartley, JM., et al. 2010. Application of ultraviolet germicidal irradiation disinfection in health care facilities: Effective adjunct, but not stand-alone technology. Am J Infect Control 2010;38:S13-24.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*